Monday, November 16, 2015

NOER
Penulis Unknown

NOER


By on 2:00 AM

Silahkan Bagikan..! Klik

NOER

Noer,
kaki-kaki kecilmu melangkah dengan gemetar
memandang kebutuhan diatas kanvas kehidupan
luruh, airmatamu menyapa salam perpisahan
demi sebuah tujuan

Noer,
memasuki gemerlap semu yang merajahmu dengan penderitaan
nyeri demi nyeri tak mampu kau tanggalkan
seperti pakaian pembungkus kehormatan

rentak sesak mendera geram menampar
dan kau hanya mampu memandang tanpa penglihatan
sunyi memelukmu dengan liar
terkapar, kau hanya mampu terisak tanpa nada teriak

Noer
Ketika cahaya tak mampu meredupkan langkahmu,gontai terlindas sepi dan tentang kerudung indah yang terkoyak atau tentang kehidupan yang menghimpit sempit.

Aku sempat menangis menerima sebaris goresan tentang perjalananmu atau ketika mata indahmu tak mengering dan basahnya terus menyisakan kerenah embun malam.

Kucoba membuang sesak yang memenuhi rongga dada dan kucoba mengangkat beban yang beratnya terus meningkat disetiap tingkatan.kau mencoba memenuhi janji kehidupan.

Noer, sekali lagi tersenyumlah. Rentak kakimu terus mengiramakan nyeri...




Bunda Fatiha
Judul: NOER
Review oleh: Bunda Fatiha | Sajak dan Puisi
Update pada: 2:00 AM | Rating: 4.5

Comment for "NOER"

0 comments

Post a Comment