Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Penulis Unknown

Sederet Kata di Hari Ibu


puisi hari ibu

Kumpulan puisi untuk ibu. Kemuliaan seorang ibu memang patut atau layak untuk diingatkan kembali kepada kita untuk mengenang betapa perjuangan seorang ibu dari mengandung bayi kita hingga 9 bulan, kemudian mengurus dan mendidik kita hingga menjadi orang yang sukses. Kita manusia yang pernah terlahir di bumi ini pasti terlahir dari rahim seorang ibu maka sepatutnyalah kita menghormati dan melayani ibu tanpa ada batas waktu.

IBU

Segala pujian ditujukan hanya untukmu; Ibu,
Yang tiba-tiba menjadi syahdu
Juga sebutan yang tak putus-putus tentang syurga
Yang mengalir dari kedua telapak kakimu

Bahkan kadarmu begitu mulia melebihi emas juga permata
Entahlah, semua itu cukup untuk hari ini saja atau seterusnya;
Sebab semua itu ada dalam lukisan kata
Seakan-akan seperti cerita puteri cantik dan baik yang selalu hidup bahagia menikahi pangeran kaya

Ah, kukatakan padamu adakah yang rela menyembelih masa depannya demi hanya menjaga ibunya saja?
Adakah yang rela hidup sebatang kara demi ibunya?
Adakah yang rela hidup keluarganya ditumpangi ibunya?

Aku masih melihat seorang bocah berjualan koran di lampu merah demi recehan untuk ibunya,
Buruh-buruh kasar yang bekerja keras demi keluarga dan ibu yang tinggal bersama mereka,
Bahkan ada yang rela menukar ginjal untuk kehidupan ibunya

Sungguhpun mereka tidak menguplaod gambar atau mereka tidak pintar berkata-kata
Tapi mereka telah membuktikan penghargaan kasih sayang bukan hanya satu hari saja
Tapi melalui keringat sepanjang jangka hayat

Semoga sederet kalimat syahdu di hari Ibu ini menginspirasi kita dan menjadikan kita lebih berbakti kepada sosok Ibu.

Sunday, September 23, 2018

Penulis Unknown

Kumpulan Kalimat Romantis Inspiratif


Kumpulan Kalimat Romantis Inspiratif

Kumpulan Kalimat Romantis Inspiratif. Untaian kalimat romantis ini begitu indah dan dalam maknanya, kalimat romantis ini saya persembahkan khusus untuk pengunjung setia Kumpulan Sajak dan Puisi untuk dijadikan inspirasi merangkai kalimat indah nan romantis yang tentunya diciptakan lebih romantis dan indah dari yang sudah saya publish ini.

Ayo kita berbagi lagi kumpulan sajak dan puisi keren di blog tercinta ini, semoga karya-karya indahmu menjadi inspirasi sahabat-sahabat lain untuk lebih semangat lagi menciptakan sajak dan puisi keren lainnya.

Kerena Alam

Matahari tersipu dibelakang awan menunggu rinai berjabatan, nada katak meminang sang hujan dan aku tergelincir memenuhi sesak rasa yang meradang, bayangmu terpantul menembus derai kasihsayang, pelangi berdansa dengan melarutkan warna-warnanya kepangkuan dispersi...

Sungguh aku lupa aku hanya rama-rama yang tak mampu menikmati basah hujan diatas sayap rapuhku.

Surat Cinta
(November dengan tanda hujan di atas gurun salju)

Sayang,
ketika bermilyar kata ingin sekali mencapai tujuan.aku tuntas dan gundahku tak mau beranjak dari sunyi-sunyi yang memisahkan kita.
Ah ini november pertama dengan tanda hujan di atas gurun salju. Seperti malam-malam sebelumnya yang berisi desisan manja dan keinginan anak manusia.

Aku hanya mampu menatap salju yang turun dengan cengkeram ngilu yang memukuli tulangku.
Kau diluar sana bermain bersama cuaca yang terkadang membingungkan...
Untukmu, aku sisakan setetes rindu sebelum gigil ini berubah kaku...
Untukmu, lelaki yang juga menggigil dengan tiga korek api tanpa kotaknya...

HUJAN
hujan berlalu dengan menyisakan gemuruh kenang dan mataku hanya mampu terpejam meredam sebagian keinginan...
Aku hanyalah perempuan dalam pasungan,terbatas oleh gerak tak mampu beranjak...

RAHASIA MALAM
Sunyi terkunci rapat,
Kesumat rindu tuntas terpuaskan

Malam itu (antara kau dan aku)
Bersatu digulung rindu
Pecah berserak didada cinta


Monday, June 12, 2017

Penulis Unknown

Lelaki Bijaksana, Sajak, Puisi Galau Remaja





Lelaki bijaksana;
Akhir-akhir ini aku memilih diam. Sungguh! Aku berusaha mengukur seberapa dalam kau berusaha menenggelamkan rindu yang bersarang dalam dada.
Panas-dingin berebut menikmati tubuhku, kalah dalam sebabak kisah. Malam ini aku hanya ingin tahu dan menamatkan semua yang menyiksa pikiran.
Sedang apa kau di sana?

Seperti layang-layang yang telah tiba pada akhir perjalanan, ngeri yang tak tertandingi saat badan dipaksa menyentuh kerasnya permukaan, ini bagian dari sejarah, tentang kemerdekaan yang telah dijarah.
Kau tahu, aku tidak hancur berkeping tapi memantul dan kemudian kembali lagi, bangkit sekuat kau menjatuhkanku.
Aku! ibu suri yang berasal dari rakyat jelata berjuang bukan untuk tahta ataupun harta tapi untuk pengakuan dari seorang putera-penerus nama keluarga

Di liang paling rahasia ini masih tertinggal segelas nikmat yang siap meledak. Aku masih setia mengejar jumpa yang tak berpeta. Sungguh, tak berani kubayangkan betapa girang jika rindu ini berhasil menemukan tuannya.
Di jantung manakah kau letakkan denyutmu? Aku terus menerka tiada kira, berharap tanya lenyap begitu saja. Jangan biarkan aku tiba di persimpangan paruh baya dan senja.

Sobat pandai merangkai kata dalam bentuk puisi, sajak, kata romantis, kata mutiara, atau kata bijak? Silahkan kirimkan karya asli kamu ke situs Kumpulan Sajak dan Puisi. Saya tunggu tulisan kamu ya sobat...




Saturday, May 27, 2017

Penulis Unknown

Kumpulan Sajak Puisi Romantis Keren Remaja Jatuh Cinta


Kumpulan Sajak Puisi Romantis Keren Remaja Jatuh Cinta. Saat remaja adalah masa terindah yang sulit dilupakan buat seseorang. Saat jatuh cinta, saat mempunyai teman karib yang selalu ada dalam suka maupun duka adalah masa yang kemungkinan seseorang pasti akan mengalaminya. Mengenang seseorang yang pernah mengisi hati kita entah itu sebagai sahabat, pacar, teman main sangat asyik ditumpahkan lewat kata romantis berupa sajak, puisi dll. Ada juga kata romantis yang ditulis oleh sahabat yang menggambarkan kesedihannya. Berikut ini adalah beberapa tulisan romantis yang dikemas lewat puisi cinta, sajak romantis yang ditulis oleh sahabat Kumpulan Sajak dan Puisi.

MASIH MENCINTAIMU
Masihkah engkau menyimpan kenangan kita diantara riuhnya tetesan hujan yang menciumi gersang rindu bumi
Sungguh aku ingin menjadi bumi walau aku tahu aku hanya udara yang kau lewati tanpa kau rasa

UNCLAIMED FEELING
Hitting the most beautiful something
A pleasure called longing
Promises endless power like a king
You put my heart on the swing
I really want to meet
Why the time doesn't fit?
Standing on the heat
I trapped in the end of my wit
you got your flawless victory
Leave me crying teary
You ignore me without worry
Now, I’m in the state of sorry




LONGING
malam ini aku ingin memelukmu dan melupakan perbincangan rindu yang berhasrat menelanjangi seluruh perasaanku

KAU
Mari kita membaca cinta lewat tetesan hujan atau mengurai rindu yang kusut oleh pertemuan.
Sunguh aku lelah menintakan harapan dan berlembar ingatan hanya menjadi sejarah purba yang hanya mampu diterjemahkan lewat tulisan alam

SEJUMPUT KATA BUATMU
Dear, ini bukan karya sastra karena tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya
Ini juga bukan hasil licentia poetica karena aku bukan penyair yang mampu memanipulasi kata
Ini hanyalah sejumput kata yang kupungut dari khayalanku tentangmu
Tentang lelaki yang tak berani aku tatap siang tadi
Tentang lelaki yang menimbulkan debaran keras
Dan aku hanyalah karang yang pasrah dilabrak gulungan ombak
Sungguh bercumbu dengan kata hanya satu-satunya yang mampu aku lakukan

Kamu pandai merangkai kata-kata dan suka menulis sobat? Silahkan kirim karya sastra Anda melalui form DI SINI, tulisan bisa berupa Sajak, Cerpen, Puisi. Agar tulisan cepat dimuat dalam situs Sajak dan Puisi ini silahkan sertakan juga foto Anda.





Wednesday, February 8, 2017

Penulis Unknown

Puisi: Hilang Dalam Terang


Ini adalah kumpulan sajak dan puisi dari sahabat untuk sahabat pecinta kata-kata puitis romantis. Blog ini adalah sarana untuk para pecinta puisi, sajak yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Sahabat pecinta puisi bisa mengirim tulisan berupa sajak, puisi atau yang lainnya dan bisa dikirim lewat kotak kontak saya. Semoga tulisan sahabat menjadi inspirasi remaja yang lain untuk bisa lebih bagus lagi menciptakan tulisan-tulisan yang lebih berkualitas dan bermutu.

Berikut adalah persembahan kumpulan sajak dan puisi yang bisa sahabat nikmati.....



Hilang Dalam Terang

Kasih
Lihatlah bulan masih mengambang
Dan kitapun berhenti di pinggir jalan

Disinilah
Kau putuskan temali cinta kita
Dan layu sekuntum mawar yang hendak kuberi padamu

Mengapa
Kau membuatku serba salah
Melayani perasaan menolak kebenaran

Setelah aku di landa gelora mabuk asmara
Sedangkan engkau tahu kelemahanku mudah jatuh cinta

Mengapa
Mudahnya kau akhiri
Dengan menyingkap tabir rahasia percintaan kamu dengannya

Mengapa
Mentari di lenyapkan bulan
Dan kini aku sendiri kesunyian sepanjang jalan
Ku hilang dalam terang

Sunday, March 20, 2016

Penulis Unknown

Kata Romantis, Puitis, Galau Terbaru di Sajak dan Puisi


Kata Romantis, Sajak dan Puisi



Kata Romantis, Puitis, Galau Terbaru di Sajak dan Puisi. Lama sekali tidak update kata-kata romantis, puitis, kata bijak yang menjadi topik utama di blog Kumpulan Sajak dan Puisi.

Perasaan marah, sedih, galau, bahagia, penuh cinta bisa diungkapkan dengan kata-kata yang mungkin bisa menjadi inspirasi buat orang yang membacanya. Sedikit tulisan yang keluar dari hati bisa menjadi kekuatan yang tidak kita sadari akan menjadi motivasi ampuh buat orang lain yang membacanya. Untuk itu mulailah dari sekarang secara berkala belajar menulis yang positif dan berguna bagi orang lain.

Sedikit kalimat romantis di bawah ini adalah tulisan dari sobat Kumpulan Sajak dan Puisi demi tetap eksisnya blog ini untuk memberikan kata-kata romantis berupa sajak, puisi, pantun dll kepada para pembaca setia blog Kumpulan Sajak ini. Silahkan simak kalimat-kalimat puitis ini untuk menambah koleksi kata romantis Anda.

Adakah kalimat yang mampu dijadikan paragraf jika kau adalah tuan dari segala pernyataan.
Aku hanya perempuan dengan batasan, jatuh-bangun memanjat tangga kelayakan.
Menenggak malam hingga ke pagi.
Aku mabuk... lupa menginjak bumi lalu dengan apa kau harus kumiliki?

Aku mengintai bulan yang bercocok tanam di hati yang dipermainkan perasaan.
Apakah yang akan dipetik? Buah kebahagiaan? Sejumput rindu? Sejerit luka?
Pada akhirnya kau bebas menentukan warna kematianmu sendiri.

Maafkan diriku yang tak mampu mencerna kenikmatan diksimu atau kalimat pembuat hasrat sekarat, aku hanya perupa, kini tengah kasmaran menikmati benda nyata yang diperlihatkan kuasa cahaya.

Aku adalah paku yang tak mungkin tenggelam karena aku telah berhasil menjinakkan kuasa air.
Jangan bilang mustahil karena paku dengan bahan sama mempunyai kemampuan yang berbeda.

Bagaimana kata romantis yang ditulis oleh sobat blog Kumpulan Sajak dan Puisi, bagus kan? kamu juga bisa mengirimkan kata romantis, kata bijak, puisi, sajak dll melalui Contact Us atau langsung menuju KE SINI. Kamu juga bisa sekedar baca-baca Kumpulan Sajak dan Puisi di blog ini secara gratis tanpa dipungut biaya. he..he..



Tuesday, November 24, 2015

Penulis Unknown

Sajak-sajak Rindu dan Cinta


Sajak Rindu dan Cinta



Ketika rindu menjadi serangkai huruf yang menyakiti perasaan
Melebihi apa yang mampu kusimpan dalam ingatan
Hilangmu tak kutemukan
Engkau mulai menggantungku dalam sepi
Sunyi tak berpenghuni

Kau mulai menggoreskan catatan cinta bukan melalui interaksi bolamata tetapi dengan isyarat yang kau luahkan melalui tanda yang timbul tenggelam diantara gelombang emosi yang tersembunyikan.
Sungguh,aku tuntas mencintaimu.
Aku bosan dengan lelaki sempurna dan kekuranganmu telah kusandang sebagai hal yang istimewa.
Terkadang aku tak ingin menyebut namamu bukan karena sikapmu yang menolak interaksi tetapi engkau telah menguap menjadi udara yang tak mampu aku sentuh dan eksistensimu terus kugigit hingga komunikasi verbalku lumpuh.
Ah… kau mulai kutelusuri melalui jejak isyarat yang hilang bahasa.

" IRREGULAR LOVE "
Sttt...
Malam ini diam-diam aku melukismu diatas secarik kanvas usang dan paduan cat yang nyaris kering
Sungguh, aku telah mencipta sebuah gambar lelaki bijaksana dengan pengetahuan sebagai pelengkapnya
Jangan pernah bertanya "mengapa" bukankah tidak semua hal harus terikat pada definisi yang ada



Monday, November 23, 2015

Penulis Unknown

Lelaki Bijaksana


LELAKI BIJAKSANA

Malam sewarna lebam, aku memar remuk di dalam.
Sungguh! Bagaimana aku harus menghadapimu jika hatiku melemahkan seluruh kekuatan.
Lelaki bijaksana adakah sebuah cara agar aku amnesia?

Lelaki bijaksana;
Kau seumpama malam yang mengembunkan perasaanku.
Sebatas ingatan saja! Aku terus berusaha menjadi perempuan cerdas agar setara untuk takaran hatimu.
Sungguh! Saat ini Cinta menendang dalam dada.
Apakah ini sebuah khilaf jika aku tak sanggup untuk berhenti memikirkanmu?

Lelaki Bijaksana;
Adakah kalimat yang mampu dijadikan paragraf jika kau adalah tuan dari segala pernyataan.
Aku hanya perempuan dengan batasan, jatuh-bangun memanjat tangga kelayakan.
Menenggak malam hingga ke pagi.
Aku mabuk... lupa menginjak bumi lalu dengan apa kau harus kumiliki?

Saturday, November 21, 2015

Penulis Unknown

SEKARAT DIAM-DIAM


SEKARAT DIAM-DIAM

Rinai dimataku berderai
Menyapu semua kesal nan geram
Pada cinta yang dinoda
Pada janji yang didusta tak kau kotakan

Aku merenung ditampar luka tak berkesudahan
Terpelanting roboh rata membumi
Kerontang oleh tangis tanpa jeda
Terlunta oleh cinta

Friday, November 20, 2015

Penulis Unknown

UNBEARABLE


UNBEARABLE

when your love lost its feeling
when the torture came as compliment
where can I seek a help?
to feel the world with different color

I stabbed by your words
my heart shattered into pieces
wounded longing to be healed
dying silently

Thursday, November 19, 2015

Penulis Unknown

SHIZO AMNESIA


SHIZO AMNESIA

seperti mesin fotokopi
menirukan tanpa menyangkal
menjiplak tanpa melihat isi
patuh tanpa syarat

apakah ini sekedar kecerdasan buatan
mematuhi program tanpa pertanyaan
bergerak tanpa perasaan
berbuat tanpa berpikir akibat yang ditimbulkan

Apakah gila itu indah?
masih bertanya
berarti aku waras seutuhnya
biarkan gila hanya menjadi milik mereka

katakan sejujurnya
kalau kejujuran itu menyakitkan
berbohonglah untuk membahagiakan
terkadang lupa ingatan itu bukan gila yang membosankan

Wednesday, November 18, 2015

Penulis Unknown

Bahasa Tanpa Kata


Bahasa Tanpa Kata

Bahasa Tanpa Kata

telah kularung semua rindu
rindu berkepanjangan tanpa ujung pangkal
aku mulai luntur oleh keadaan
hingga galauku tak berkesudahan

kucoba membicarakan cinta
kucoba nenyampaikan rasa
kucoba mengeja keinginan
kucoba meneriakan kalimat hati

semua tanpa gema
tanpa suara, tanpa lontaran kata
bahasaku sunyi terpasung hampa udara
ah, diamku menanti sebuah aturan

Tuesday, November 17, 2015

Penulis Unknown

Siapakah AKU?


Siapakah AKU

Siapakah AKU?

Melentingkan dawai-dawai berbilai
Sesat membentuk keakraban
Hingga lupaku hilang ingatan

Kuhirup jejari di bulat utuh eksistensimu
Kutanam kepulan desah yang segera menghabisi aromamu
Mengugurkan warna cerita

Aku lilin yang tersengat api
Meleleh mati suri
Rebah ditanak sebelum mendak

Siapakah aku di hatimu?
Kurobek jantungku malam ini
Denyutku tak kesampaian

Monday, November 16, 2015

Penulis Unknown

NOER


NOER

Noer,
kaki-kaki kecilmu melangkah dengan gemetar
memandang kebutuhan diatas kanvas kehidupan
luruh, airmatamu menyapa salam perpisahan
demi sebuah tujuan

Noer,
memasuki gemerlap semu yang merajahmu dengan penderitaan
nyeri demi nyeri tak mampu kau tanggalkan
seperti pakaian pembungkus kehormatan

rentak sesak mendera geram menampar
dan kau hanya mampu memandang tanpa penglihatan
sunyi memelukmu dengan liar
terkapar, kau hanya mampu terisak tanpa nada teriak

Noer
Ketika cahaya tak mampu meredupkan langkahmu,gontai terlindas sepi dan tentang kerudung indah yang terkoyak atau tentang kehidupan yang menghimpit sempit.

Aku sempat menangis menerima sebaris goresan tentang perjalananmu atau ketika mata indahmu tak mengering dan basahnya terus menyisakan kerenah embun malam.

Kucoba membuang sesak yang memenuhi rongga dada dan kucoba mengangkat beban yang beratnya terus meningkat disetiap tingkatan.kau mencoba memenuhi janji kehidupan.

Noer, sekali lagi tersenyumlah. Rentak kakimu terus mengiramakan nyeri...




Sunday, November 15, 2015

Penulis Unknown

Surat Cinta Mbeling



Surat Cinta Mbeling

Engkau adalah lelaki dengan segudang pengetahuan melebihi aku, dan setiap senyuman yang kau lontarkan tak mampu aku terjemahkan melalui kata tetapi mampu aku nikmati melalui rasa. Kau telah membuat yang rumit menjadi begitu sederhana dan yang sederhana menjadi begitu mudah.

Aarghh...
Aku bagai segulung benang yang menggelinding sesuka hati mencari kusut sendiri
Entahlah aku tak ingin membunuh benih-benih rasa yang menjamur dimusim pancaroba
Ini adalah malam dimana bulan mengerlip memainkan kilatan cahayanya dan memanjakan mata penikmatnya

Aahhh…
Ibarat pelukis aku hanya mampu memainkan warna-warna diatas kanvas dan kau hanya terdiam menerimanya tanpa memberikan kerelaan dimana harus kuletakkan merahku atau putihku.
Tahukah kau bahwa saat ini aku begitu keras membayangkanmu dan setiap lekuk wajahmu dan mencoba mengumpulkannya melalui titik membentuk garis
Aku bukan penyair atau perangkai kata, sejujurnya aku hanya wanita biasa yang sering kehabisan kata
Jika aku dihadapkan pada rasa, aku juga tahu kau tak akan membaca ini

Aku ingin sekali mendefinisikanmu tidak dalam "KEADAAN NGAWUR" sayangnya aku lupa untuk siapa kutujukan
Coba kalau aku ingat pasti namamu telah kutulis penuh diatas Wall-ku sebagai penjamin utang-utangku.




Saturday, November 14, 2015

Penulis Unknown

Puisi "RINDU"


rindu


RINDU

Bayangmu menggeliat menampar jiwa
Aku memar lebam terburai hilang bentuk
Pasrahku pada pertemuan
Hanyalah bendera putih tanpa tiang

Berhentilah menyiksa ingatanku
Lupaku menjadi sebuah tuntutan
Deraan menjadi kenikmatan
Seperti sunyi mengerang ditikam teriakan

Sayang,
Kutancapkan kembali wajahmu pada bibir rindu
Kunikmati lewat tetesan kenang yang sempoyongan
Dan kau masih terus melekat seperti noda yang tak terhapuskan

Friday, November 13, 2015

Penulis Unknown

Sajak Petualang


PETUALANG



Setiap cerita aku pangkas rapi, tersimpan aman rapat dan terkunci. Aku bertutur dengan menghela nafas menghembus harapan, meletakkan pelan sebuah rasa yang kerap aku igaukan. Memaknainya sebagai keinginan yang mencari peta. Aku petualang yang sesekali harus bersikap jalang ketika medan tidak bersepakat menjadi kawan.

Menyusuri lorong tanpa tahu seberapa panjang jejak hingga tiba pada tujuan. Aku mulai teraniaya, menangis seenaknya, tertawa sekenanya, gila sebelum waktunya.

Di sini ada rindu sebesar semesta seperti kedipan bintang yang tak penat mentaati jalur malam. Jujur, aku ingin mengendap di muara hatimu, berkumpul bersama rindu yang bersorak ketika menemukan tuannya.

Seperti aku katakan, aku hanya seorang petualang dan aku tetap merasakan dingin menjalar merayap menekan suhu tubuhku, sepertinya waktu malas beranjak meninggalkanku. Aku terperangkap dalam bolamatamu yang sunyi, aku terbiar, gigilku meninggi.

Maka malam ini aku tempatkan kau pada kening waktu yang mulai mendekati garis pagi dan terjemahkan ini sebagai pinta. Sungguh, aku mencintaimu dengan kedangkalan pikiranku.

Aku petualang yang setia pada hijau jajaran pohon cinta, menyambangi rimba perawan seperti biasa. Adakah rumah untukku? tempat aku meletakkan cinta dan rindu.



Thursday, November 12, 2015

Penulis Unknown

Puisi "Biarkan Aku"


Biarkan Aku..

Mengukirmu dalam doa
Memahatmu dalam jiwa
Melukismu dalam rasa
Mengikatmu dalam rindu

Tersenyum aku menatap rinduku
Begitu terasa kuat getarnya
Iramanya kunikmati...
Kian indah terdengar
Walau tak bisa halangi
Riak cemburu yang seringkali hadir
Menjamah sisi getarmu... pun diriku

Masih saja aku tersenyum..
Mencoba berdamai dengan hatiku
Yang tak ijinkanku,
Menutup warnaku hari ini
Bersama gemuruh didadamu
Juga hangat desah nafasmu

Kini kau datang memeluk rindu
Berlari aku menyambut engah rindumu
Kupeluk engkau dalam letup inginku
Kau terlelap di hangat terdalamku

Hmm...
Tak ingin terlepas lagi
Dan aku kembali tersenyum menyambut pagi



Penulis Unknown

Puisi Cinta Chapter 2


CINTA

Aku mesiu
Membidik tanpa ragu
Mana jantungmu?

Matilah engkau
Terbungkus rasa galau
Terjerat risau

Sungguh terlalu
Caraku membunuhmu
Itu katamu!

Perlu kau tahu
Apapun prasangkamu
Aku milikmu!

Wednesday, November 11, 2015

Penulis Unknown

Puisi "Modal Dengkul"


MODAL DENGKUL

Pacar baruku kabarnya kaya
Malam minggu janji berjumpa
Dia pilih restoran bintang lima
Dengan girang aku menerimanya

Menikmati suasana gembira
Sampai masa membayar tiba
Wajah riangnya berubah seketika
Setelah membaca angka dalam nota

Dia pura-pura pingsan
Hampir membuatku jantungan
Tapi aku tak kurang pegangan
Seperti semua korbanmu yang kampungan

Kuhampiri resepsionis
Berakhir dengan perjanjian manis
Kutinggalkan kau dengan senyum sinis
Mencuci piring sampai hutangmu habis